Posted in
Sejarah musik klasik on
January 14th, 2010 by
krishnabala –
Be the first to comment Tags: Mozart
Pada 4 Agustus 1782 Mozart menikahi Constanze di katedral St. Stefanus. Keesokan harinya, Mozart mendapat surat dari Leopold yang isinya merestui hubungan mereka walau surat tersebut bernada dingin. Pernikahan Mozart cukup bahagia walau mereka cukup banyak menghadapi tantangan hidup. Mozart selalu mengalami krisis uang namun dia tak pernah hidup dalam kemiskinan, dan dari enam anaknya, hanya dua yang hidup.
Mozart mencari nafkah dengan mengajar tiga atau empat murid yang kaya dan memainkan konsert-konsert di rumah bangsawan di Wina. Pada Desember 1781, Mozart tampil di Istana Kaisar dalam suatu pelombaan informal dengan Muzio Clementi. Mereka berdua membuat improvisasi secara individual dan bersama-sama memainkan sonata. Meskipun Mozart dianggap menang dalam lomba tersebut, tapi harapannya untuk mendapatkan jabatan di istana tak terpenuhi. … Continue Reading
Posted in
Sejarah musik klasik on
December 15th, 2009 by
krishnabala –
Be the first to comment Tags: Mozart
Sebelum kembali dari Italia, Mozart tinggal bersama ayahnya selama sepuluh minggu di Wina, Leopold tidak ingin Mozart kembali dan bekerja menjadi “tukang” musik yang tak terlalu dihargai di Salzburg. Leopold berusaha mendapatkan jabatan untuk anaknya di Wina, namun tak berhasil. Sebenarnya, perbuatan Leopold memamerkan anak-anaknya ke seluruh Eropa tak terlalu disukai oleh Kaisar Austria.
Maestro kapel Uskup Agung Salzburg
Di Wina, Mozart mendengar karya-karya Joseph Haydn yang terbaru dan dia juga berteman dengan Michael Haydn, adik dari Joseph Haydn. Salah satu karya yang penting pada pada masa ini adalah K.183, Simfoni No. 25 in G Minor (1773) dan K. 201, Simfoni in A Major (1774). Pada saat yang sama di Salzburg, Uskup Segismundo meninggal dunia dan digantikan oleh Hieronymous von Colloredo yang otoriter dan enerjik. Sekembalinya dari Italia, Mozart menjabat sebagai Maestro kapel di Salzburg. … Continue Reading
Posted in
Sejarah musik klasik on
December 14th, 2009 by
krishnabala –
Be the first to comment Tags: Mozart
Masa Awal (1756-1772)Mozart, yang dikenal memiliki kemampuan tala mutlak (mengenal nada dengan tepat tanpa bantuan alat), mengenal musik sejak lahir. Ayahnya, Johann Georg Leopold Mozart adalah komponis penting pada jamannya, salah satu karyanya yang paling penting adalah Kindersinfonie (”Simfoni Anak-Anak”). Wolfgang adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara yang meninggal prematur. Hanya dia dan Maria Anna Mozart (”Nannerl”) yang bertahan hidup sampai dewasa. Sewaktu berumur empat tahun, Mozart sudah mampu memainkan harpsichord dan melakukan improvisasi pada karya-karya musik pendahulunya. Dia bahkan menulis komposisinya yang pertama saat berumur lima tahun.
Karya-karyanya antara lain adalah Violin Sonata, dan beberapa Minuet. Leopold mengumpulkan semua komposisi ini tanpa sepengetahuan anaknya. Demikian halnya dengan Nannerl, dia juga adalah pemain keyboard yang sangat handal. Leopold yang menemukan bakat kedua anaknya … Continue Reading
Posted in
Basic Theory on
November 1st, 2009 by
krishnabala –
Be the first to comment
Tangga nada juga salah satu hal terpenting untuk kita berlatih mengembangkan fingering kita dalam bermain. Banyak sekali cara untuk berlatih tangga nada, sebaiknya dari tempo yang tidak terlalu cepat kemudian setelah kita terbiasa cobalah untuk melatih dari tempo yang cukup lambat hingga yang sangat cepat. Coba berlatih di semua tangga nada misalnya dimulai dengan tangga nada C Mayor kemudian F Mayor, Bb Mayor, Eb Mayor, Ab Mayor dan Db Mayor. Jika ingin di semua tangga nada bisa ditambahkan dengan GMayor, DMayor, AMayor, EMayor, BMayor dan F#Mayor.
Posted in
Blues on
September 8th, 2009 by
krishnabala –
1 Comment Tags: blues improvisation
Setelah biasa dengan putaran chord-chord blues, sebaiknya mencoba juga di beberapa tangga nada yang lain. Misalnya untuk mudahnya kita bisa mencoba di tangga nada do=F dan do =G. Selanjutnya bisa mengikuti circle of fourth dari tangga nada C. Misal F, Bb, Eb, Ab, Db dan seterusnya. Cara bermain tetap menggunakan nada ke tiga dan ke tujuh plus mencoba memainkan tangga nada bluesnya secara acak tetapi tetap menggunakan tema-tema. Tangga nada blues adalah, misal kita ambil contoh di C adalah : C, Eb, F, F#, G, Bb dan kembali ke C. Tangan kiri bisa menggunakan bass line atau walking bass seperti dalam permainan swing.
Posted in
Basic Theory on
July 18th, 2009 by
krishnabala –
Comments Off Tags: Inversion
Inversi atau pembalikan nada-nada di dalam chord adalah suatu cara untuk mempermudah player dalam bermain. Misalnya dalam suatu pergerakan chord atau progresi chord Dm7 menuju G7. Jika posisi Dm7 dimainkan pada posisi dasar alat musik piano, maka akan dimulai pada nada D ditambah F ditambah A ditambah C. Kemudian jika kita bergerak menuju G7 maka terdapat dua nada yang sama yaitu D dan F. Dalam Inversi kita cukup memindahkan nada A menjadi G dan nada C menjadi B. Maka chord tersebut telah berubah menjadi G7. Anda hanya perlu menyesuaikan dengan tempo dan hitungan ke berapa anda akan bergerak. Suatu contoh pada progresi II-V-I-I6 seperti di bawah ini
Dm7……..|G7……..|CM7……..|C6……..|
dalam suatu birama 4/4 berarti Dm7 sebanyak 4 ketukan dan begitu juga dengan chord selanjutnya.
Posted in
Basic Theory on
July 15th, 2009 by
krishnabala –
11 Comments Tags: basic improvisation
Dasar berimprovisasi mungkin dapat di bagi-bagi dalam beberapa langkah :
1 . Penguasaan tempo yang baik.
2 . Penguasaan phrasing atau nafas dan time feel yang baik.
3 . Penguasaan chord berikut progresi yang baik.
4 . Penguasaan guide tones, fingering atau penjarian dan passing notes yang baik.
Guide tones yang di maksud adalah nada ke 3 dan ke 7 dari suatu bentukan seventh chord, bisa dimainkan dengan kecepatan metronom kurang lebih nada 1/4 =100. Kita bisa memainkannya terlebih dahulu, jika di alat musik piano dengan tangan kanan chord berikut inversi atau pembalikan chord-chordnya. Tangan kiri walking bass seperti sedang memainkan musik berirama swing. Setelah mulai terbiasa dengan walking bass kita bisa mulai berlatih berimprovisasi dengan hanya menggunakan guide tonesnya saja. Anda di tuntut untuk berkreasi dalam memperkuat rasa dari ritmical anda, karena nada yang di mainkan hanya nada ke 3 dan 7 nya saja di tangan kanan. Bisa ditambahkan arpegio tetapi tetap hanya nada ke 3 dan ke 7 saja. Anda harus mempelajari fingering anda juga untuk latihan-latihan ini. Kita gunakan progresi Blues seperti di bawah contoh di bawah ini.
C7. . . |F7. . . |C7. . . |Gm7C7|
F7. . . |F7. . . |C7. . . |A7. . .|
Dm7..|G7. . . |C7 A7 |Dm7G7|
Posted in
Basic Theory on
July 15th, 2009 by
krishnabala –
Comments Off Tags: seventh chord
Chord diminished 7 terbentuk secara Interval dengan susunan Interval 3 minor di tambah Interval 3 minor di tambah Interval 3 minor. Contoh di C maka isinya adalah C di tambah Eb di tambah Gb di tambah Bbb. Jika kita melihat secara posisi dasar sesuai tangga nada C maka Eb adalah Interval 3 minornya. Gb terhadap Eb sesuai tangga nada Mayor Eb maka Gb menjadi Interval 3 minor. Begitu selanjutnya Bbb menjadi Interval 3 minor dari Gb. Tanda bb pada B adalah double flat, maksudnya di turunkan setengah nada setelah itu diturunkan setengah nada lagi. Secara penulisan menggunakan double flat tapi secara bunyi sama dengan turun satu nada.
Posted in
Basic Theory on
July 14th, 2009 by
krishnabala –
Comments Off Tags: seventh chord
Chord minor 7 b5 atau cukup disebut dengan half diminished, terbentuk dengan jarak Interval 3 minor di tambah Interval 3 minor di tambah Interval 3 Mayor. Kita ambil contoh C minor 7 b5 berarti isi dari chord tersebut adalah C di tambah Eb di tambah Gb ditambah Bb. Jika di urai nada Eb adalah Interval 3 minor dari nada C sesuai tangga nada C Mayor, Nada Gb adalah Interval 3 minor dari Eb sesuai tangga nada Eb Mayor dan Nada Bb adalah Interval 3 Mayor dari Gb sesuai tangga nada Gb Mayor.
Posted in
Basic Theory on
July 7th, 2009 by
krishnabala –
Comments Off Tags: seventh chord
Chord minor 7 terbentuk secara Interval dengan susunan Interval 3 minor di tambah Interval 3 Mayor di tambah Interval 3 minor. Contoh di C maka isinya adalah C di tambah Eb di tambah G di tambah Bb. Jika kita melihat secara posisi dasar sesuai tangga nada C maka Eb adalah Interval 3 minor dari C. G terhadap Eb sesuai tangga nada Mayor Eb maka G menjadi Interval 3 Mayor. Begitu selanjutnya Bb menjadi Interval 3 minor dari G.