Posted in
Basic Theory on
July 18th, 2009 by
krishnabala –
Comments Off Tags: Inversion
Inversi atau pembalikan nada-nada di dalam chord adalah suatu cara untuk mempermudah player dalam bermain. Misalnya dalam suatu pergerakan chord atau progresi chord Dm7 menuju G7. Jika posisi Dm7 dimainkan pada posisi dasar alat musik piano, maka akan dimulai pada nada D ditambah F ditambah A ditambah C. Kemudian jika kita bergerak menuju G7 maka terdapat dua nada yang sama yaitu D dan F. Dalam Inversi kita cukup memindahkan nada A menjadi G dan nada C menjadi B. Maka chord tersebut telah berubah menjadi G7. Anda hanya perlu menyesuaikan dengan tempo dan hitungan ke berapa anda akan bergerak. Suatu contoh pada progresi II-V-I-I6 seperti di bawah ini
Dm7……..|G7……..|CM7……..|C6……..|
dalam suatu birama 4/4 berarti Dm7 sebanyak 4 ketukan dan begitu juga dengan chord selanjutnya.
Posted in
Basic Theory on
July 15th, 2009 by
krishnabala –
11 Comments Tags: basic improvisation
Dasar berimprovisasi mungkin dapat di bagi-bagi dalam beberapa langkah :
1 . Penguasaan tempo yang baik.
2 . Penguasaan phrasing atau nafas dan time feel yang baik.
3 . Penguasaan chord berikut progresi yang baik.
4 . Penguasaan guide tones, fingering atau penjarian dan passing notes yang baik.
Guide tones yang di maksud adalah nada ke 3 dan ke 7 dari suatu bentukan seventh chord, bisa dimainkan dengan kecepatan metronom kurang lebih nada 1/4 =100. Kita bisa memainkannya terlebih dahulu, jika di alat musik piano dengan tangan kanan chord berikut inversi atau pembalikan chord-chordnya. Tangan kiri walking bass seperti sedang memainkan musik berirama swing. Setelah mulai terbiasa dengan walking bass kita bisa mulai berlatih berimprovisasi dengan hanya menggunakan guide tonesnya saja. Anda di tuntut untuk berkreasi dalam memperkuat rasa dari ritmical anda, karena nada yang di mainkan hanya nada ke 3 dan 7 nya saja di tangan kanan. Bisa ditambahkan arpegio tetapi tetap hanya nada ke 3 dan ke 7 saja. Anda harus mempelajari fingering anda juga untuk latihan-latihan ini. Kita gunakan progresi Blues seperti di bawah contoh di bawah ini.
C7. . . |F7. . . |C7. . . |Gm7C7|
F7. . . |F7. . . |C7. . . |A7. . .|
Dm7..|G7. . . |C7 A7 |Dm7G7|
Posted in
Basic Theory on
July 15th, 2009 by
krishnabala –
Comments Off Tags: seventh chord
Chord diminished 7 terbentuk secara Interval dengan susunan Interval 3 minor di tambah Interval 3 minor di tambah Interval 3 minor. Contoh di C maka isinya adalah C di tambah Eb di tambah Gb di tambah Bbb. Jika kita melihat secara posisi dasar sesuai tangga nada C maka Eb adalah Interval 3 minornya. Gb terhadap Eb sesuai tangga nada Mayor Eb maka Gb menjadi Interval 3 minor. Begitu selanjutnya Bbb menjadi Interval 3 minor dari Gb. Tanda bb pada B adalah double flat, maksudnya di turunkan setengah nada setelah itu diturunkan setengah nada lagi. Secara penulisan menggunakan double flat tapi secara bunyi sama dengan turun satu nada.
Posted in
Basic Theory on
July 14th, 2009 by
krishnabala –
Comments Off Tags: seventh chord
Chord minor 7 b5 atau cukup disebut dengan half diminished, terbentuk dengan jarak Interval 3 minor di tambah Interval 3 minor di tambah Interval 3 Mayor. Kita ambil contoh C minor 7 b5 berarti isi dari chord tersebut adalah C di tambah Eb di tambah Gb ditambah Bb. Jika di urai nada Eb adalah Interval 3 minor dari nada C sesuai tangga nada C Mayor, Nada Gb adalah Interval 3 minor dari Eb sesuai tangga nada Eb Mayor dan Nada Bb adalah Interval 3 Mayor dari Gb sesuai tangga nada Gb Mayor.
Posted in
Basic Theory on
July 7th, 2009 by
krishnabala –
Comments Off Tags: seventh chord
Chord minor 7 terbentuk secara Interval dengan susunan Interval 3 minor di tambah Interval 3 Mayor di tambah Interval 3 minor. Contoh di C maka isinya adalah C di tambah Eb di tambah G di tambah Bb. Jika kita melihat secara posisi dasar sesuai tangga nada C maka Eb adalah Interval 3 minor dari C. G terhadap Eb sesuai tangga nada Mayor Eb maka G menjadi Interval 3 Mayor. Begitu selanjutnya Bb menjadi Interval 3 minor dari G.
Posted in
Basic Theory on
July 7th, 2009 by
krishnabala –
Comments Off Tags: seventh chord
Chord Major 7 terbentuk secara Interval dengan susunan Interval 3 Mayor di tambah Interval 3 minor di tambah Interval 3 Mayor. Contoh di C maka isinya adalah C di tambah E di tambah G di tambah B. Jika kita melihat secara posisi dasar sesuai tangga nada C maka E adalah Interval 3 Mayor. G terhadap E sesuai tangga nada Mayor E maka G menjadi Interval 3 minor. Begitu selanjutnya B menjadi Interval 3 minor dari G.
Posted in
Basic Theory on
July 7th, 2009 by
krishnabala –
Comments Off Tags: seventh chord
Setelah kita mulai terbiasa dengan chord-chord triad sekarang kita masuk ke pengetahuan mengenai chord dominant. Strukturnya andaikan di nada dasar C adalah C ditambah E ditambah G ditambah Bb. Kalau di lihat secara Interval maka jaraknya adalah C ke E adalah Interval 3 Mayor, E ke G adalah Interval 3 minor dan G ke Bb adalah Interval 3 minor. Jika terjadi susunan seperti ini maka chord tersebut termasuk golongan chord dominant 7, biasa hanya di sebut misal di C menjadi C7 saja.