<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>krishnabalagita.com</title>
	<atom:link href="http://www.krishnabalagita.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.krishnabalagita.com</link>
	<description>panduan teori musik</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Jan 2010 01:50:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://www.krishnabalagita.com</link>
<url>http://www.krishnabalagita.com/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-31.ico</url>
<title>krishnabalagita.com</title>
</image>
		<item>
		<title>Biography Mozart (3)</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/biography-mozart-3</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/biography-mozart-3#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 01:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah musik klasik]]></category>
		<category><![CDATA[Mozart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Pada 4 Agustus 1782 Mozart menikahi Constanze di katedral St. Stefanus. Keesokan harinya, Mozart mendapat surat dari Leopold yang isinya merestui hubungan mereka walau surat tersebut bernada dingin. Pernikahan Mozart cukup bahagia walau mereka cukup banyak menghadapi tantangan hidup. Mozart selalu mengalami krisis uang namun dia tak pernah hidup dalam kemiskinan, dan dari enam anaknya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada 4 Agustus 1782 Mozart menikahi Constanze di katedral St. Stefanus. Keesokan harinya, Mozart mendapat surat dari Leopold yang isinya merestui hubungan mereka walau surat tersebut bernada dingin. Pernikahan Mozart cukup bahagia walau mereka cukup banyak menghadapi tantangan hidup. Mozart selalu mengalami krisis uang namun dia tak pernah hidup dalam kemiskinan, dan dari enam anaknya, hanya dua yang hidup.</p>
<p>Mozart mencari nafkah dengan mengajar tiga atau empat murid yang kaya dan memainkan konsert-konsert di rumah bangsawan di Wina. Pada Desember 1781, Mozart tampil di Istana Kaisar dalam suatu pelombaan informal dengan Muzio Clementi. Mereka berdua membuat improvisasi secara individual dan bersama-sama memainkan sonata. Meskipun Mozart dianggap menang dalam lomba tersebut, tapi harapannya untuk mendapatkan jabatan di istana tak terpenuhi.<span id="more-197"></span></p>
<p>Pada 16 Juli 1782, Mozart menggelar opera Die entfuhrung aus dem Serail. Opera ini mendapatkan sambutan meriah dari publik. Kaisar Joseph II mengatakan pada Mozart bahwa opera tesebut memiliki “nada yang banyak sekali” dan Mozart menjawab “jumlah nada yang tepat secara persis, Baginda“. Bahkan Gluck meminta pertunjukan opera tersebut diulang.</p>
<p>Pada tahun yang sama, ia sering bermain secara rutin di rumah Pangeran Gottfried von Swieten. Swieten yang tertarik dengan musik Barok ternyata mempengaruhi Mozart dalam pembuatan komposisi. Mozart mengembangkan gaya kontrapung dalam musiknya.</p>
<p>Pada tahun 1784, Mozart bergabung menjadi anggota<em> Freemason </em>, suatu serikat yang mendukung ide persaudaraan di bawah Tuhan. Berkat serikat inilah Mozart dapat meminjam uang pada saat ia perlu.<br />
Masa terakhir (1784-1791)</p>
<p>Puncak karier Mozart terdapat di masa 1784-1786. Mozart sangat rajin menggubah. Dia membuat duabelas Concerto dan dianggap para musikolog sebagai karyanya yang paling penting. Walau Kaisar Joseph II ikut mendengar konser Mozart, hal itu sama sekali tak membantu keuangannya. Mozart diberi jabatan sebagai pemusik istana dengan gaji yang tak terlalu besar.<br />
Pementasan di Praha <em>Le Nozze di Figaro</em> (&#8221;Pernikahan Figaro&#8221;) dipentaskan pertama kali di Wina pada tahun dan meraih sukses sehingga Mozart membawanya ke Ceko dengan kesuksesan lebih besar lagi.</p>
<p>Mozart menggubah beberapa karya lagi antara lain K. 505, Simfoni No. 38 in D Major ‘Prague’. Berkat kesuksean Le Nozze di Figaro, Mozart bersemangat untuk membuat opera baru antara lain sebuah komik opera. Mozart untuk pertama kali memakai trombon pada operanya, hal inilah yang mengakibatkan munculnya efek yang cukup dramatis. Pada tahun 1787, Leopold meninggal dunia dan cukup mempengaruhi karya Mozart.</p>
<p>Simfoni-simfoni terakhir Mozart</p>
<p>Simfoni-simfoni terakhir Mozart, Simfoni No. 39, 40, dan 41 ‘Jupiter’ tak diketahui secara pasti apakah mereka dipentaskan sebelum Mozart meninggal atau tidak. Pada musim semi tahun , Mozart pergi ke Berlin tampil sebagai pianis di depan Pangeran Sachsen di dia juga bermain organ di Thomaskirche di Leipzig. Dia juga memainkan konser privat di depan Friedrich Wilhelm II di kunjungannya ke Potsdam dan Berlin. Wilhelm II memintanya membuat enam kuartet piano dan enam piano sonata yang sayangnya tak sempat terselesaikan oleh Mozart.</p>
<p>Kembali ke Wina dan akhir hayat Mozart<em>Die Zauberflote</em> (&#8221;Seruling Ajaib&#8221;). Opera ini sukses besar, libretto-nya ditulis oleh Emanuel Schikaneder (1751-1812). Setelah opera ini selesai, Mozart mendapat pesanan dari Pangeran Franz von Walsegg untuk membuat sebuah Requiem yang bermaksud menjadikan komposisi tersebut sebagai karyanya untuk mengenang istrinya yang telah meninggal. Mozart tak sempat menyelesaikan karya besar ini lalu diteruskan oleh muridnya, Franz Xaver Süssmayr. Menurut beberapa sumber, Mozart tak sanggup menyanyikan bagian Lacrimosa saat sedang memainkan lagu ini dengan teman-temannya. Dari musiknya yang kelam, Franz Beyer mengomentari, dalam album Requiem ‘Aku bisa mendengar suara Mozart, yang berbicara untuk kepentingannya sendiri, dengan keadaan yang mendesak, seperti anak kecil yang sakit dan melihat ibunya dengan penuh harapan dan ketakutan akan perpisahan’. Mozart juga mengalami takut akan kematian. Pada tanggal 5 Desember, Mozart meninggal, jam satu pagi.</p>
<p>Sebab-musabab Mozart meninggal tak pernah tercatat dengan jelas. Para musikolog membuat beberapa dugaan kemungkinan kenapa kuburan Mozart tak diketahui letaknya.</p>
<p>Mozart diracuni Salieri yang merupakan saingannya. Ada jurnal di Eropa yang mengatakan Salieri mengakuinya sebelum ia meninggal di tempat tidurnya (1825), walau ada cerita lain yang menentang hal ini.<br />
Pada pemakaman Mozart terdapat badai salju sehingga keluarganya tak bisa mengikuti pemakaman. Cerita ini dibantah oleh catatan cuaca Wina.<br />
Tubuh Mozart dipindahkan ke tempat lain karena keluarganya tak membayar ongkos penguburan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/biography-mozart-3/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biography Mozart (2)</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/biography-mozart-2</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/biography-mozart-2#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 03:40:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah musik klasik]]></category>
		<category><![CDATA[Mozart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum kembali dari Italia, Mozart tinggal bersama ayahnya selama sepuluh minggu di Wina, Leopold tidak ingin Mozart kembali dan bekerja menjadi “tukang” musik yang tak terlalu dihargai di Salzburg. Leopold berusaha mendapatkan jabatan untuk anaknya di Wina, namun tak berhasil. Sebenarnya, perbuatan Leopold memamerkan anak-anaknya ke seluruh Eropa tak terlalu disukai oleh Kaisar Austria.
Maestro kapel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum kembali dari Italia, Mozart tinggal bersama ayahnya selama sepuluh minggu di Wina, Leopold tidak ingin Mozart kembali dan bekerja menjadi “tukang” musik yang tak terlalu dihargai di Salzburg. Leopold berusaha mendapatkan jabatan untuk anaknya di Wina, namun tak berhasil. Sebenarnya, perbuatan Leopold memamerkan anak-anaknya ke seluruh Eropa tak terlalu disukai oleh Kaisar Austria.<br />
Maestro kapel Uskup Agung Salzburg<br />
Di Wina, Mozart mendengar karya-karya Joseph Haydn yang terbaru dan dia juga berteman dengan Michael Haydn, adik dari Joseph Haydn. Salah satu karya yang penting pada pada masa ini adalah K.183, Simfoni No. 25 in G Minor (1773) dan K. 201, Simfoni in A Major (1774). Pada saat yang sama di Salzburg, Uskup Segismundo meninggal dunia dan digantikan oleh Hieronymous von Colloredo yang otoriter dan enerjik. Sekembalinya dari Italia, Mozart menjabat sebagai Maestro kapel di Salzburg.<span id="more-181"></span></p>
<p>Uskup Colloredo yang tak terlalu berminat pada musik, membuat Mozart merasa kesal terutama karena sikapnya yang sering meremehkan Mozart. Untuk melupakan rasa ketidaksukaannya pada Colloredo, Mozart menjadi cukup rajin bekerja, dia mengerahkan kemampuannya untuk penciptaan berbagai komposisi. Pada ulang tahunnya yang ke-21, jumlah komposisinya sudah mencapai tiga ratus buah. Pada tahun 1777 Mozart mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Maestro dan dia memulai karirnya sebagai musisi freelance di Wina. Karya-karya pentingnya dari 1775-1777 termasuk sonata-sonata piano yang pertama, lima Violin Concerto, dan beberapa Piano Concerto, opera La jardinera gingida termasuk karya agungnya yang pertama K.271 dalam Eb Major.<br />
Perjalanan panjang ke Paris<br />
Mozart sekeluarga berencana untuk pergi dan berkarir di Paris. Namun Leopold yang masih terikat kontrak kerja dengan Kapel Uskup Agung Salzburg tak dapat pergi sehingga Mozart pergi ditemani ibunya. Mereka berangkat pada bulan September 1777, dan perjalanannya memakan waktu 16 bulan. Sebelum sampai di Paris, mereka singgah dan menetap selama beberapa waktu di München dan Mannheim. Di Mannheim, Mozart berteman dengan komponis Cannabich dan Holzbauer. Ia mencoba mendapatkan jabatan di sana melalui Pangeran Mannheim namun tak berhasil. Alasan utama Mozart menetap lebih lama di Mannheim adalah karena dia bertemu dan jatuh cinta kepada Aloysia Weber, seorang penyanyi sopran berusia 16 tahun. Leopold yang mengetahui hal ini menulis surat yang mengatakan bahwa Mozart harus memutuskan pilihannya sendiri, apakah dia mau hanya menjadi ‘artis jalanan yang akan dilupakan orang seiring berjalannya waktu atau menjadi seorang musisi yang terkenal, dicintai dan ditulis di berbagai buku’.</p>
<p>Mozart juga menemukan komposisi 6 duetti a Clavicembalo e Violino dari Joseph Schuster dan mengirimnya ke Nannerl. Dia menulis surat ke ayahnya ‘Jika aku tinggal di sini, aku juga akan membuat enam buah dalam gaya yang sama karena mereka cukup laku di sini’</p>
<p>Walau kecewa (dan juga karena cintanya ditolak Aloysia), Mozart meneruskan perjalananya ke Paris. Di Paris, Mozart mulai bekerja dengan memberi les-les privat, dan menciptakan lagu-lagu yang sesuai dengan selera orang Perancis. Mozart mendapat kesempatan untuk mementaskan karyanya oleh Concert Spirituel. Salah satu karya yang paling penting adalah K.297, Simfoni No. 31 ‘Paris’. Namun, setelah pementasan ini, tak lama ibu Mozart jatuh sakit karena demam tinggi dan meninggal pada 3 Juli 1778. Teman Mozart di Paris, seorang bangsawan bernama Grimm menuliskan surat pada Leopold bahwa tak ada masa depan bagi Mozart di Paris terutama karena adanya kontroversi antara para pendukung Gluck dan pendukung opera Italia sehingga Mozart tak diperhatikan.</p>
<p>Leopold kemudian berhasil mendapatkan jabatan organis di Istana Salzburg dengan gaji yang lebih tinggi daripada jabatan sebelumnya. Sebelum berangkat dari Paris, Mozart bertemu kembali dengan J.C. Bach yang sedang mementaskan Opera. Karya-karya penting selain simfoni ‘Paris’ adalah beberapa Violin Sonata termasuk K.304 Violin Sonata in E Minor, K. 299, <em>Concerto for Flute</em> and Harp in C Major, dan K.310, Sonata in A Minor, salah satu sonata Mozart yang memiliki suasana yang kelam karena ini diciptakan Mozart untuk ibunya yang meninggal.<br />
Kepulangannya ke Salzburg<br />
Mozart pulang melalui Mannheim namun orkestra Mannheim yang terkenal telah pindah ke München. Mozart lalu pergi ke München dan tinggal selama beberapa waktu dengan keluarga Weber. Di sini, Mozart mengalami patah hati karena Aloysia mendapatkan jabatan sebagai soprano dan tak mengacuhkan keberadaan Mozart.</p>
<p>Leopold menjadi kesal atas penundaan Mozart dan sikapnya yang kurang bertanggung jawab akan suatu jabatan penting. Dia khawatir kalau-kalau jabatan organis itu diberikan orang lain.</p>
<p>Mozart pulang ke Salzburg dan dia langsung mendapat jabatan sebagai organis di sana. Tugasnya antara lain bermain organ di katedral, istana, dan kapel istana, menggubah lagu pesanan, dan mengajar paduan suara anak-anak.</p>
<p>Tahun &lt;1780 berlangsung tanpa banyak peristiwa. Karya-karya pentingnya pada masa ini termasuk K. 364, Sinfonia Concertante in Eb, Simfoni no. 32-34, beberapa Concerto, serenade, divertimento, musik gerejawi yang termasuk K. 317, Missa Coronation dan K. 339, Vesparae.<br />
Masa München (1781-1784)<br />
Mozart, walau mendapat jabatan penting sebagai organis masih tidak bisa akur dengan Colloredo. Pada musim panas 1780, Mozart mendapat pesanan opera Idomeneo. Mozart melihat kesempatan ini sebagai kemungkinan melepaskan diri dari Colloredo secara perlahan-lahan.</p>
<p>Pertunjukkan Idomeneo berlangsung sukses dan disambut hangat oleh publik. Keluarga Mozart kemudian pergi ke Ausburg untuk menghadiri perayaan karnaval dan pesta tradisional di kota tersebut. Namun tak disangka, Colloredo ternyata juga hadir dalam pesta itu. Dia memaksa Mozart untuk pergi ke Wina bersama rombongannya dan menghadiri penobatan Kaisar Joseph II.</p>
<p>Di Wina Mozart diperlakukan secara tidak hormat sampai-sampai berujung ke pertengkarannya dengan Colloredo. Pada 9 Mei 1781, Mozart bertengkar hebat dengan Colloredo dan meminta dirinya diberhentikan, namun ditolak. Satu bulan kemudian, Mozart dipecat secara tidak hormat. Ia pindah rumah ke keluarga Weber di Wina. Ia tidak kembali ke Salzburg.</p>
<p>Aloysia Weber sudah menikah dengan seorang aktor, namun Mozart terpikat oleh Constanze Weber, anak ketiga keluarga Weber. Ayahnya sama sekali tak menyetujui hubungan Mozart itu. Untuk meredakan ketegangan, Mozart pindah ke rumah sendiri pada September 1781. Pada Desember 1781, Mozart mengakui hubungannya dengan Constanze. Leopold tetap tidak merestui hubungan tersebut.</p>
<p>Sebenarnya, Mozart tidak dapat melepaskan diri karena ibu Konstanze mengancam apabila hubungan mereka putus, Mozart harus mengganti uang kompensasi yang telah banyak dikeluarkan. <em>sumber :wikipedia</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/biography-mozart-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biography Mozart (1)</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/biography-mozart-1</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/biography-mozart-1#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 10:13:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah musik klasik]]></category>
		<category><![CDATA[Mozart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Masa Awal (1756-1772)Mozart, yang dikenal memiliki kemampuan tala mutlak (mengenal nada dengan tepat tanpa bantuan alat), mengenal musik sejak lahir. Ayahnya, Johann Georg Leopold Mozart adalah komponis penting pada jamannya, salah satu karyanya yang paling penting adalah Kindersinfonie (&#8221;Simfoni Anak-Anak&#8221;). Wolfgang adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara yang meninggal prematur. Hanya dia dan Maria Anna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-174" title="mozart1" src="http://www.krishnabalagita.com/wp-content/uploads/2009/12/mozart1-300x290.jpg" alt="mozart1" width="240" height="232" />Masa Awal (1756-1772)Mozart, yang dikenal memiliki kemampuan tala mutlak (mengenal nada dengan tepat tanpa bantuan alat), mengenal musik sejak lahir. Ayahnya, Johann Georg Leopold Mozart adalah komponis penting pada jamannya, salah satu karyanya yang paling penting adalah Kindersinfonie (&#8221;Simfoni Anak-Anak&#8221;). Wolfgang adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara yang meninggal prematur. Hanya dia dan Maria Anna Mozart (&#8221;Nannerl&#8221;) yang bertahan hidup sampai dewasa. Sewaktu berumur empat tahun, Mozart sudah mampu memainkan harpsichord dan melakukan improvisasi pada karya-karya musik pendahulunya. Dia bahkan menulis komposisinya yang pertama saat berumur lima tahun.</p>
<p>Karya-karyanya antara lain adalah Violin Sonata, dan beberapa Minuet. Leopold mengumpulkan semua komposisi ini tanpa sepengetahuan anaknya. Demikian halnya dengan Nannerl, dia juga adalah pemain keyboard yang sangat handal. Leopold yang menemukan bakat kedua anaknya <span id="more-173"></span>merasa“terpanggil” untuk memamerkan mereka ke seluruh Eropa.Bermain piano di depan Raja Bayern Mozart kemudian dibawa untuk bermain piano di depan raja Bayern di München. Pada bulan September 1762, Leopold mengambil cuti panjang dari jabatannya untuk mempromosikan anaknya<br />
kepada raja-raja. Mereka lalu berangkat ke Wina. Di sana Mozart bermain piano di depan Ratu Maria Theresia yang terpukau akan keahlian permainan Mozart dan Nannerl. Setelah konser ini, Mozart harus mengikuti konser yang cukup panjang selama tiga tahun yaitu Paris (1763, 1765) dan London (1764-1765). Di tempat-tempat tersebut, Mozart mengadakan konser di depan raja-raja danjuga diuji oleh mereka. Antara lain dengan mengimprovisasi tema-tema yang diberikan oleh penguji dengan mata yang ditutup selembar kain. Mozart disambut sebagai anak ajaib di segala tempat. Di London, dia juga bertemu dengan anak dari Johann Sebastian Bach, yaitu Johann Christian Bach yang sering dipanggil sebagai English Bach. Mozart memainkan piano sonata dalam empat tangan sembari duduk di pangkuan Bach.<br />
Simfoni-simfoni dari Bach dan Carl Friedrich Abel mempengaruhi simfoni-simfoni Mozart yang pertama (K.16 &amp; K.19), yang pada tahun 1764 &amp; 1765. Pada 1767, Mozart menggubah beberapa piano sonata dari komponis-komonis lain dan membuatnya menjadi empat buah piano Concerto pertamanya (K.37, K.39, K.40, K.41). Pada tahun 1768, atas permintaan Kaisar Wina, Mozart menggubah Opera buffa (komik opera), La Finta Semplice (namun tak terpentaskan) dan operetta Bastien und Bastienne.</p>
<p><strong>Perjalanan ke Italia</strong></p>
<p>Pada tahun 1769, Mozart mengadakan perjalanan ke Italia. Hasil perjalanan ini cukup baik, Mozart sangat produktif dalam penciptaan komposisi. Dia menggubah opera Mitridati, rè di Ponto (1770) dan Lucia Silla (1772) dan keduanya mendapat sukses besar dalam pertunjukannya di Milano. Mozart juga mencipatakan banyak simfoni selama perjalanan ini, dan dipengaruhi parakomponis-komponis italia seperti Sammartini. Di Bologna, Mozart juga mempelajari Kontrapung pada guru komposisi yang paling terkenal pada masa itu, Padre Martini. <em>sumber : wikipedia</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/biography-mozart-1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berlatih tangga nada</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/berlatih-tangga-nada</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/berlatih-tangga-nada#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 02:54:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Tangga nada juga salah satu hal terpenting untuk kita berlatih mengembangkan fingering kita dalam bermain. Banyak sekali cara untuk berlatih tangga nada, sebaiknya dari tempo yang tidak terlalu cepat kemudian setelah kita terbiasa cobalah untuk melatih dari tempo yang cukup lambat hingga yang sangat cepat. Coba berlatih di semua tangga nada misalnya dimulai dengan tangga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tangga nada juga salah satu hal terpenting untuk kita berlatih mengembangkan fingering kita dalam bermain. Banyak sekali cara untuk berlatih tangga nada, sebaiknya dari tempo yang tidak terlalu cepat kemudian setelah kita terbiasa cobalah untuk melatih dari tempo yang cukup lambat hingga yang sangat cepat. Coba berlatih di semua tangga nada misalnya dimulai dengan tangga nada C Mayor kemudian F Mayor, Bb Mayor, Eb Mayor, Ab Mayor dan Db Mayor. Jika ingin di semua tangga nada bisa ditambahkan dengan GMayor, DMayor, AMayor, EMayor, BMayor dan F#Mayor.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/berlatih-tangga-nada/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan scale blues di dalam progresi blues</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/menggunakan-scale-blues-di-dalam-progresi-blues</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/menggunakan-scale-blues-di-dalam-progresi-blues#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 00:56:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blues]]></category>
		<category><![CDATA[blues improvisation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Setelah biasa dengan putaran chord-chord blues, sebaiknya mencoba juga di beberapa tangga nada yang lain. Misalnya untuk mudahnya kita bisa mencoba di tangga nada do=F dan do =G. Selanjutnya bisa mengikuti circle of fourth dari tangga nada C. Misal F, Bb, Eb, Ab, Db dan seterusnya. Cara bermain tetap menggunakan nada ke tiga dan ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah biasa dengan putaran chord-chord blues, sebaiknya mencoba juga di beberapa tangga nada yang lain. Misalnya untuk mudahnya kita bisa mencoba di tangga nada do=F dan do =G. Selanjutnya bisa mengikuti circle of fourth dari tangga nada C. Misal F, Bb, Eb, Ab, Db dan seterusnya. Cara bermain tetap menggunakan nada ke tiga dan ke tujuh plus mencoba memainkan tangga nada bluesnya secara acak tetapi tetap menggunakan tema-tema. Tangga nada blues adalah, misal kita ambil contoh di C adalah : C, Eb, F, F#, G, Bb dan kembali ke C. Tangan kiri bisa menggunakan bass line atau walking bass seperti dalam permainan swing.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/menggunakan-scale-blues-di-dalam-progresi-blues/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inversi atau pembalikan nada dalam chord</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/inversi-atau-pembalikan-nada-dalam-chord</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/inversi-atau-pembalikan-nada-dalam-chord#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 01:21:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[Inversion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Inversi atau pembalikan nada-nada di dalam chord adalah suatu cara untuk mempermudah player dalam bermain. Misalnya dalam suatu pergerakan chord atau progresi chord Dm7 menuju G7. Jika posisi Dm7 dimainkan pada posisi dasar alat musik piano, maka akan dimulai pada nada D ditambah F ditambah A ditambah C. Kemudian jika kita bergerak menuju G7 maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inversi atau pembalikan nada-nada di dalam chord adalah suatu cara untuk mempermudah player dalam bermain. Misalnya dalam suatu pergerakan chord atau progresi chord Dm7 menuju G7. Jika posisi Dm7 dimainkan pada posisi dasar alat musik piano, maka akan dimulai pada nada D ditambah F ditambah A ditambah C. Kemudian jika kita bergerak menuju G7 maka terdapat dua nada yang sama yaitu D dan F. Dalam Inversi kita cukup memindahkan nada A menjadi G dan nada C menjadi B. Maka chord tersebut telah berubah menjadi G7. Anda hanya perlu menyesuaikan dengan tempo dan hitungan ke berapa anda akan bergerak. Suatu contoh pada progresi  II-V-I-I6 seperti di bawah ini</p>
<p>Dm7&#8230;&#8230;..|G7&#8230;&#8230;..|CM7&#8230;&#8230;..|C6&#8230;&#8230;..|</p>
<p>dalam suatu birama 4/4 berarti Dm7 sebanyak 4 ketukan dan begitu juga dengan chord selanjutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/inversi-atau-pembalikan-nada-dalam-chord/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dasar berimprovisasi dan pengenalan progresi dasar blues modern</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/dasar-berimprovisasi-dan-pengenalan-progresi-dasar-blues-modern</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/dasar-berimprovisasi-dan-pengenalan-progresi-dasar-blues-modern#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 03:33:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[basic improvisation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Dasar berimprovisasi mungkin dapat di bagi-bagi dalam beberapa langkah :
1  . Penguasaan tempo yang baik.
2  . Penguasaan phrasing atau nafas dan time feel yang baik.
3  . Penguasaan chord berikut progresi yang baik.
4  . Penguasaan guide tones, fingering atau penjarian dan passing notes yang baik.
Guide tones yang di maksud adalah nada ke 3 dan ke 7 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dasar berimprovisasi mungkin dapat di bagi-bagi dalam beberapa langkah :</p>
<p>1  . Penguasaan tempo yang baik.</p>
<p>2  . Penguasaan phrasing atau nafas dan time feel yang baik.</p>
<p>3  . Penguasaan chord berikut progresi yang baik.</p>
<p>4  . Penguasaan guide tones, fingering atau penjarian dan passing notes yang baik.</p>
<p>Guide tones yang di maksud adalah nada ke 3 dan ke 7 dari suatu bentukan seventh chord, bisa dimainkan dengan kecepatan metronom kurang lebih nada 1/4 =100. Kita bisa memainkannya terlebih dahulu, jika di alat musik piano dengan tangan kanan chord berikut inversi atau pembalikan chord-chordnya. Tangan kiri walking bass seperti sedang memainkan musik berirama swing. Setelah mulai terbiasa dengan walking bass kita bisa mulai berlatih berimprovisasi dengan hanya menggunakan guide tonesnya saja. Anda di tuntut untuk berkreasi dalam memperkuat rasa dari ritmical anda, karena nada yang di mainkan hanya nada ke 3 dan 7 nya saja di tangan kanan. Bisa ditambahkan arpegio tetapi tetap hanya nada ke 3 dan ke 7 saja. Anda harus mempelajari fingering anda juga untuk latihan-latihan ini. Kita gunakan progresi Blues seperti di bawah contoh di bawah ini.</p>
<p>C7. . . |F7. . . |C7. . . |Gm7C7|<br />
F7. . . |F7. . . |C7. . .  |A7.  .  .|<br />
Dm7..|G7. . . |C7 A7 |Dm7G7|</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/dasar-berimprovisasi-dan-pengenalan-progresi-dasar-blues-modern/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses pembentukan chord diminished 7</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-diminished-7</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-diminished-7#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 03:03:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[seventh chord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Chord diminished 7 terbentuk secara Interval dengan susunan Interval 3 minor di tambah Interval 3 minor di tambah Interval 3 minor. Contoh di C maka isinya adalah C di tambah Eb di tambah Gb di tambah Bbb. Jika kita melihat secara posisi dasar sesuai tangga nada C maka Eb adalah Interval 3 minornya. Gb terhadap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Chord diminished 7 terbentuk secara Interval dengan susunan Interval 3 minor di tambah Interval 3 minor di tambah Interval 3 minor. Contoh di C maka isinya adalah C di tambah Eb di tambah Gb di tambah Bbb. Jika kita melihat secara posisi dasar sesuai tangga nada C maka Eb adalah Interval 3 minornya. Gb terhadap Eb sesuai tangga nada Mayor Eb maka Gb menjadi Interval 3 minor. Begitu selanjutnya Bbb menjadi Interval 3 minor dari Gb. Tanda bb pada B adalah double flat, maksudnya di turunkan setengah nada setelah itu diturunkan setengah nada lagi. Secara penulisan menggunakan double flat tapi secara bunyi sama dengan turun satu nada.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-diminished-7/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses pembentukan chord minor 7 b5</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-minor-7-b5</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-minor-7-b5#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 00:51:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[seventh chord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Chord minor 7 b5 atau cukup disebut dengan half diminished, terbentuk dengan jarak Interval 3 minor di tambah Interval 3 minor di tambah Interval 3 Mayor. Kita ambil contoh C minor 7 b5 berarti isi dari chord tersebut adalah C di tambah Eb di tambah Gb ditambah Bb. Jika di urai nada Eb adalah Interval [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Chord minor 7 b5 atau cukup disebut dengan half diminished, terbentuk dengan jarak Interval 3 minor di tambah Interval 3 minor di tambah Interval 3 Mayor. Kita ambil contoh C minor 7 b5 berarti isi dari chord tersebut adalah C di tambah Eb di tambah Gb ditambah Bb. Jika di urai nada Eb adalah Interval 3 minor dari nada C sesuai tangga nada C Mayor, Nada Gb adalah Interval 3 minor dari Eb sesuai tangga nada Eb Mayor dan Nada Bb adalah Interval 3 Mayor dari Gb sesuai tangga nada Gb Mayor.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-minor-7-b5/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses pembentukan chord minor 7</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-minor-7</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-minor-7#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 01:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[seventh chord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Chord minor 7 terbentuk secara Interval dengan susunan Interval 3 minor di tambah Interval 3 Mayor di tambah Interval 3 minor. Contoh di C maka isinya adalah C di tambah Eb di tambah G di tambah Bb. Jika kita melihat secara posisi dasar sesuai tangga nada C maka Eb adalah Interval 3 minor dari C. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Chord minor 7 terbentuk secara Interval dengan susunan Interval 3 minor di tambah Interval 3 Mayor di tambah Interval 3 minor. Contoh di C maka isinya adalah C di tambah Eb di tambah G di tambah Bb. Jika kita melihat secara posisi dasar sesuai tangga nada C maka Eb adalah Interval 3 minor dari C. G terhadap Eb sesuai tangga nada Mayor Eb maka G menjadi Interval 3 Mayor. Begitu selanjutnya Bb menjadi Interval 3 minor dari G.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-minor-7/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses pembentukan chord Major 7</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-major-7</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-major-7#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 01:44:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[seventh chord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Chord Major 7 terbentuk secara Interval dengan susunan Interval 3 Mayor di tambah Interval 3 minor di tambah Interval 3 Mayor. Contoh di C maka isinya adalah C di tambah E di tambah G di tambah B. Jika kita melihat secara posisi dasar sesuai tangga nada C maka E adalah Interval 3 Mayor. G terhadap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Chord Major 7 terbentuk secara Interval dengan susunan Interval 3 Mayor di tambah Interval 3 minor di tambah Interval 3 Mayor. Contoh di C maka isinya adalah C di tambah E di tambah G di tambah B. Jika kita melihat secara posisi dasar sesuai tangga nada C maka E adalah Interval 3 Mayor. G terhadap E sesuai tangga nada Mayor E maka G menjadi Interval 3 minor. Begitu selanjutnya B menjadi Interval 3 minor dari G.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-major-7/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses pembentukan chord dominant 7</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-dominant-7</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-dominant-7#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 01:34:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[seventh chord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kita mulai terbiasa dengan chord-chord triad sekarang kita masuk ke pengetahuan mengenai chord dominant. Strukturnya andaikan di nada dasar C adalah C ditambah E ditambah G ditambah Bb. Kalau di lihat secara Interval maka jaraknya adalah C ke E adalah Interval 3 Mayor, E ke G adalah Interval 3 minor dan G ke Bb [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kita mulai terbiasa dengan chord-chord triad sekarang kita masuk ke pengetahuan mengenai chord dominant. Strukturnya andaikan di nada dasar C adalah C ditambah E ditambah G ditambah Bb. Kalau di lihat secara Interval maka jaraknya adalah C ke E adalah Interval 3 Mayor, E ke G adalah Interval 3 minor dan G ke Bb adalah Interval 3 minor. Jika terjadi susunan seperti ini maka chord tersebut termasuk golongan chord dominant 7, biasa hanya di sebut misal di C menjadi C7 saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-dominant-7/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses pembentukan chord triad augmented</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-triad-augmented</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-triad-augmented#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 03:30:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[augmented]]></category>
		<category><![CDATA[triad chord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Chord triad augmented ini lebih di kenal dengan hanya + saja atau plus. Misalnya C triad augmented secara umum hanya di sebut C+. Nada-nadanya terdiri dari C di tambah E di tambah G#. Kalau di lihat dari tangga nada C Mayor maka nada E adalah Interval 3 Mayor dari C, sedangkan G# kalau di lihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Chord triad augmented ini lebih di kenal dengan hanya + saja atau plus. Misalnya C triad augmented secara umum hanya di sebut C+. Nada-nadanya terdiri dari C di tambah E di tambah G#. Kalau di lihat dari tangga nada C Mayor maka nada E adalah Interval 3 Mayor dari C, sedangkan G# kalau di lihat dari tangga nada E Mayor adalah Interval 3 Mayor dari nada E. Susunan Interval 3 Mayor di tambah Interval 3 Mayor ini di sebut C triad augmented atau cukup di sebut dengan C +.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-triad-augmented/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses pembentukan chord triad diminished</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-triad-diminished</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-triad-diminished#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 15:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[diminished]]></category>
		<category><![CDATA[triad chord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kita memahami chord triad Mayor dan minor sekarang kita coba pelajari struktur chord triad diminished. Ambil saja contoh C triad diminished biasa hanya di sebut C dim saja. Strukturnya andaikan di C berarti terdiri dari nada C di tambah Eb di tambah Gb. Jika kita melihat tangga nada C Mayor maka Interval 3 Mayornya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kita memahami chord triad Mayor dan minor sekarang kita coba pelajari struktur chord triad diminished. Ambil saja contoh C triad diminished biasa hanya di sebut C dim saja. Strukturnya andaikan di C berarti terdiri dari nada C di tambah Eb di tambah Gb. Jika kita melihat tangga nada C Mayor maka Interval 3 Mayornya adalah E, karena di sini adalah Eb berarti nada E telah diturunkan setengah nada. Berarti menjadi Interval 3 minor. Kemudian jika kita lihat nada Gb terhadap Eb, maka sesuai tangga nada Eb Mayor, Interval 3 Mayornya adalah nada G. Karena terjadi perubahan nada G menjadi Gb berarti nada Gb menjadi Interval 3 minor dari Eb. Struktur Interval 3 minor di tambah Interval 3 minor akan menjadi chord triad diminished.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/proses-pembentukan-chord-triad-diminished/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses pemebentukan chord triad minor</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/proses-pemebentukan-chord-triad-minor</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/proses-pemebentukan-chord-triad-minor#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 14:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[triad chord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Setelah membaca penerangan sebelum ini sekarang kita lanjutkan ke chord triad minor. Kita ambil saja contoh C triad minor biasa hanya disebut C minor saja. Nadanya terdiri dari C di tambah Eb di tambah G, jika kita melihat Interval dari C ke Eb adalah Interval 3 minor. Menurut tangga nada C Mayor nada ke tiga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah membaca penerangan sebelum ini sekarang kita lanjutkan ke chord triad minor. Kita ambil saja contoh C triad minor biasa hanya disebut C minor saja. Nadanya terdiri dari C di tambah Eb di tambah G, jika kita melihat Interval dari C ke Eb adalah Interval 3 minor. Menurut tangga nada C Mayor nada ke tiga adalah E, karena di sini diturunkan setengah nada maka menjadi Interval 3 minor. Kemudian begitu pula jarak nada Eb ke G adalah Interval 3 Mayor, jika kita melihat tangga nada Eb Mayor maka nada ke tiganya adalah G. Berarti tidak ada perubahan, posisi seperti Interval 3 minor di tambah Interval 3 Mayor maka menjadi struktur triad minor.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/proses-pemebentukan-chord-triad-minor/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses pemebentukan chord triad mayor</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/proses-pemebentukkan-chord-triad-mayor</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/proses-pemebentukkan-chord-triad-mayor#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 02:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[triad chord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kita sudah terbiasa dengan Interval maka sekarang kita mulai ke langkah berikutnya yaitu mengenai proses membentuk sebuah chord. Pertama yang paling mudah adalah mendeteksi chord triad mayor. Kita ambil contoh chord C triad mayor biasa disebut dengan C Mayor saja, terdiri dari nada C + E + G pada posisi dasar. Dari nada C [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kita sudah terbiasa dengan Interval maka sekarang kita mulai ke langkah berikutnya yaitu mengenai proses membentuk sebuah chord. Pertama yang paling mudah adalah mendeteksi chord triad mayor. Kita ambil contoh chord C triad mayor biasa disebut dengan C Mayor saja, terdiri dari nada C + E + G pada posisi dasar. Dari nada C ke E jika mengikuti tangga nada C mayor, maka posisi E adalah Interval 3 Mayornya. Kemudian jika lihat nada G terhadap E, maka nada G adalah Interval 3 Minornya dari tangga nada E. Jika posisi seperti ini dengan struktur Interval 3 Mayor + Interval 3 Minor maka susunan ini menjadi Chord Triad Mayor. Yang di sebut sebagia triad hanya terdiri dari tiga nada saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/proses-pemebentukkan-chord-triad-mayor/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ear training juga salah satu sebutan dalam berlatih Interval</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/ear-training-juga-salah-satu-sebutan-dalam-berlatih-interval</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/ear-training-juga-salah-satu-sebutan-dalam-berlatih-interval#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 03:05:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[Interval]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Pada dasarnya ada tiga bagian dasar dalam berlatih Interval bagi seseorang pemusik. Pertama yang paling mendasar adalah latihan mendeteksi Interval ke dua mendeteksi Chord ke tiga mendeteksi Scale atau tangga nada. Interval meliputi seluruh jarak dari Oktav manapun, Chord meliputi triad chord mayor dan minor, seventh chord seluruhnya, altered chord, diminished chord,augmented chord dan segala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada dasarnya ada tiga bagian dasar dalam berlatih Interval bagi seseorang pemusik. Pertama yang paling mendasar adalah latihan mendeteksi Interval ke dua mendeteksi Chord ke tiga mendeteksi Scale atau tangga nada. Interval meliputi seluruh jarak dari Oktav manapun, Chord meliputi triad chord mayor dan minor, seventh chord seluruhnya, altered chord, diminished chord,augmented chord dan segala tambahannya hingga yang sudah sangat sulit untuk di sebutkan karena strukturalnya. Aplikasi yang termudah kita juga bisa menghafalkannya dengan lagu-lagu yang mempunyai &#8220;Solfegio&#8221; yang sama tetapi berbeda iramanya. Contoh lagu : Lihat Kebunku memiliki awal nada sol&#8230;sol&#8230;mi&#8230;sol&#8230;do dan seterusnya pasti dia juga mempunyai persamaan dengan lagu lain tetapi jika kita tidak sadari tentu tidak akan terasa. Latihan memplesetkan juga salah-satunya. Karena otak anda akan di buat terbiasa secara mendadak untuk membunyikan nada tersebut. Hal ini banyak dilakukan oleh pemain-pemain jazz.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/ear-training-juga-salah-satu-sebutan-dalam-berlatih-interval/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Latihan teknis yang berhubungan dengan Interval</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/latihan-teknis-yang-berhubungan-dengan-interval</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/latihan-teknis-yang-berhubungan-dengan-interval#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 22:53:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[Interval]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kita melatih pendengaran menggunakan latihan-latihan Interval, kita bisa juga mengkombinasi latihan Interval yang di tujukan untuk mengembangkan teknis dalam kita bermain. Misalnya kita bisa melatih tangga nada C dengan Interval yang mudah kita ingat dan kita nyanyikan. Gunakan metronom untuk menjaga kestabilan tempo kita. Contoh-contoh yang mudah dilakukan : tangan kiri kita memegang chord [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kita melatih pendengaran menggunakan latihan-latihan Interval, kita bisa juga mengkombinasi latihan Interval yang di tujukan untuk mengembangkan teknis dalam kita bermain. Misalnya kita bisa melatih tangga nada C dengan Interval yang mudah kita ingat dan kita nyanyikan. Gunakan metronom untuk menjaga kestabilan tempo kita. Contoh-contoh yang mudah dilakukan : tangan kiri kita memegang chord C Maj atau C Maj7  dan tangan kanan kita memainkan 1-3, 2-4, 3-5, 4-6,5-7, 6-&#8217;1,7-&#8217;2, &#8216;1 atau do-mi, re-fa, mi-sol, fa-la, sol-si,la-&#8217;do, si-&#8217;re, do. Jika anda ingin menggerakan tangan kiri anda pun juga bisa. Contohnya tangan kiri mengikuti kanannya, berarti isi chord tersebut adalah ; C M, Dm, Em, F M, G M, Am, Bdim, C lebih tinggi satu Oktav. Jika anda hanya menginginkan bass line dan nada ke 5 pun juga bisa. Kalau di piano tangan kiri turun 1 Oktav kemudian anda memainkan urutan seperti chord tadi tanpa nada ke 3 nya. Anda harus melatihnya di semua kunci karena ini juga melatih fingering anda dan jangan lupa menggunakan metronom dengan tempo awalnya sekitar 90 atau lebih rendah tergantung kesabaran anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/latihan-teknis-yang-berhubungan-dengan-interval/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melatih Interval menggunakan broken chord</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/melatih-interval-menggunakan-broken-chord</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/melatih-interval-menggunakan-broken-chord#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 13:02:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[Interval]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Begitu banyaknya cara untuk kita memperkuat pendengaran kita dan begitu banyak pula kreativitas untuk kita mencobanya. Salah satunya lagi kita bisa memulai untuk menyanyikan nada-nada dari pecahan-pecahan chord yang ingin kita latih. Contoh misalnya nada-nada pada chord C Maj 7 adalah C + E + G + B. Maka kita bisa memainkannya di kunci manapun, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Begitu banyaknya cara untuk kita memperkuat pendengaran kita dan begitu banyak pula kreativitas untuk kita mencobanya. Salah satunya lagi kita bisa memulai untuk menyanyikan nada-nada dari pecahan-pecahan chord yang ingin kita latih. Contoh misalnya nada-nada pada chord C Maj 7 adalah C + E + G + B. Maka kita bisa memainkannya di kunci manapun, anggap saja do=c, berarti nada-nada yang kita nyayikan adalah do >> mi >> sol >> si. do adalah 1, mi adalah 3, sol adalah 5, si adalah 7. Begitu seterusnya misalnya anda ingin mencoba Cmin 7, terus hingga nada-nada yang anda tidak terbiasa. Misalnya anda mencoba C7 +9, berarti pecahannya adalah C + E + G + Bb + &#8216;D#. Bagi pemain piano bisa juga melatih sesuai dengan yang kita tekan, awalnya tentu pada posisi dasar terlebih dahulu. Jadi kita tekan Chordnya kemudian sambil kita dengar coba anda mencari do nya dan nyayikan pecahannya. Lebih baik yang sesuai dengan tinngi suara anda terlebih dahulu, misalnya C midle yang posisinya ada di tengah piano persis. Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/melatih-interval-menggunakan-broken-chord/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membiasakan untuk melatih Interval</title>
		<link>http://www.krishnabalagita.com/membiasakan-untuk-melatih-interval</link>
		<comments>http://www.krishnabalagita.com/membiasakan-untuk-melatih-interval#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 05:25:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krishnabala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Theory]]></category>
		<category><![CDATA[Interval]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krishnabalagita.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Karena Interval adalah sangat penting bagi seorang pemusik maka seharusnya lah kita membiasakan setiap saat sesuka kita unuk melatihnya. Misalnya anda bisa melatih lagu-lagu yang sudah anda hafal luar kepala, tentunya dari yang mudah-mudah terlebih dahulu. Anda coba untuk memnyanyikan melodinya dengan Solfegio (do, re, mi dst.), setelah itu anda juga bisa menyanyikan bass linenya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena Interval adalah sangat penting bagi seorang pemusik maka seharusnya lah kita membiasakan setiap saat sesuka kita unuk melatihnya. Misalnya anda bisa melatih lagu-lagu yang sudah anda hafal luar kepala, tentunya dari yang mudah-mudah terlebih dahulu. Anda coba untuk memnyanyikan melodinya dengan <em>Solfegio</em> (do, re, mi dst.), setelah itu anda juga bisa menyanyikan bass linenya atau pergerakkan not-not pada bas lagu tersebut.Nantinya anda akan bisa mendeteksi chord-chord pada sebuah lagu tanpa anda harus memegang alat tersebut. Cocok sekali untuk seorang arranger jika dia membayangkan sebuah aransemen baru,juga seorang player yang dituntut unuk memainkan banyak lagu dalam waktu yang sangat singkat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.krishnabalagita.com/membiasakan-untuk-melatih-interval/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
