Proses pembentukan chord Major 7

Posted in Basic Theory on July 7th, 2009 by krishnabala – Comments Off Tags:

Chord Major 7 terbentuk secara Interval dengan susunan Interval 3 Mayor di tambah Interval 3 minor di tambah Interval 3 Mayor. Contoh di C maka isinya adalah C di tambah E di tambah G di tambah B. Jika kita melihat secara posisi dasar sesuai tangga nada C maka E adalah Interval 3 Mayor. G terhadap E sesuai tangga nada Mayor E maka G menjadi Interval 3 minor. Begitu selanjutnya B menjadi Interval 3 minor dari G.

Proses pembentukan chord dominant 7

Posted in Basic Theory on July 7th, 2009 by krishnabala – Comments Off Tags:

Setelah kita mulai terbiasa dengan chord-chord triad sekarang kita masuk ke pengetahuan mengenai chord dominant. Strukturnya andaikan di nada dasar C adalah C ditambah E ditambah G ditambah Bb. Kalau di lihat secara Interval maka jaraknya adalah C ke E adalah Interval 3 Mayor, E ke G adalah Interval 3 minor dan G ke Bb adalah Interval 3 minor. Jika terjadi susunan seperti ini maka chord tersebut termasuk golongan chord dominant 7, biasa hanya di sebut misal di C menjadi C7 saja.

Proses pembentukan chord triad augmented

Posted in Basic Theory on June 26th, 2009 by krishnabala – Comments Off Tags: ,

Chord triad augmented ini lebih di kenal dengan hanya + saja atau plus. Misalnya C triad augmented secara umum hanya di sebut C+. Nada-nadanya terdiri dari C di tambah E di tambah G#. Kalau di lihat dari tangga nada C Mayor maka nada E adalah Interval 3 Mayor dari C, sedangkan G# kalau di lihat dari tangga nada E Mayor adalah Interval 3 Mayor dari nada E. Susunan Interval 3 Mayor di tambah Interval 3 Mayor ini di sebut C triad augmented atau cukup di sebut dengan C +.

Proses pembentukan chord triad diminished

Posted in Basic Theory on June 25th, 2009 by krishnabala – Comments Off Tags: ,

Setelah kita memahami chord triad Mayor dan minor sekarang kita coba pelajari struktur chord triad diminished. Ambil saja contoh C triad diminished biasa hanya di sebut C dim saja. Strukturnya andaikan di C berarti terdiri dari nada C di tambah Eb di tambah Gb. Jika kita melihat tangga nada C Mayor maka Interval 3 Mayornya adalah E, karena di sini adalah Eb berarti nada E telah diturunkan setengah nada. Berarti menjadi Interval 3 minor. Kemudian jika kita lihat nada Gb terhadap Eb, maka sesuai tangga nada Eb Mayor, Interval 3 Mayornya adalah nada G. Karena terjadi perubahan nada G menjadi Gb berarti nada Gb menjadi Interval 3 minor dari Eb. Struktur Interval 3 minor di tambah Interval 3 minor akan menjadi chord triad diminished.

Proses pemebentukan chord triad minor

Posted in Basic Theory on June 25th, 2009 by krishnabala – Comments Off Tags:

Setelah membaca penerangan sebelum ini sekarang kita lanjutkan ke chord triad minor. Kita ambil saja contoh C triad minor biasa hanya disebut C minor saja. Nadanya terdiri dari C di tambah Eb di tambah G, jika kita melihat Interval dari C ke Eb adalah Interval 3 minor. Menurut tangga nada C Mayor nada ke tiga adalah E, karena di sini diturunkan setengah nada maka menjadi Interval 3 minor. Kemudian begitu pula jarak nada Eb ke G adalah Interval 3 Mayor, jika kita melihat tangga nada Eb Mayor maka nada ke tiganya adalah G. Berarti tidak ada perubahan, posisi seperti Interval 3 minor di tambah Interval 3 Mayor maka menjadi struktur triad minor.

Proses pemebentukan chord triad mayor

Posted in Basic Theory on June 25th, 2009 by krishnabala – Comments Off Tags:

Setelah kita sudah terbiasa dengan Interval maka sekarang kita mulai ke langkah berikutnya yaitu mengenai proses membentuk sebuah chord. Pertama yang paling mudah adalah mendeteksi chord triad mayor. Kita ambil contoh chord C triad mayor biasa disebut dengan C Mayor saja, terdiri dari nada C + E + G pada posisi dasar. Dari nada C ke E jika mengikuti tangga nada C mayor, maka posisi E adalah Interval 3 Mayornya. Kemudian jika lihat nada G terhadap E, maka nada G adalah Interval 3 Minornya dari tangga nada E. Jika posisi seperti ini dengan struktur Interval 3 Mayor + Interval 3 Minor maka susunan ini menjadi Chord Triad Mayor. Yang di sebut sebagia triad hanya terdiri dari tiga nada saja.

Ear training juga salah satu sebutan dalam berlatih Interval

Posted in Basic Theory on June 12th, 2009 by krishnabala – Comments Off Tags:

Pada dasarnya ada tiga bagian dasar dalam berlatih Interval bagi seseorang pemusik. Pertama yang paling mendasar adalah latihan mendeteksi Interval ke dua mendeteksi Chord ke tiga mendeteksi Scale atau tangga nada. Interval meliputi seluruh jarak dari Oktav manapun, Chord meliputi triad chord mayor dan minor, seventh chord seluruhnya, altered chord, diminished chord,augmented chord dan segala tambahannya hingga yang sudah sangat sulit untuk di sebutkan karena strukturalnya. Aplikasi yang termudah kita juga bisa menghafalkannya dengan lagu-lagu yang mempunyai “Solfegio” yang sama tetapi berbeda iramanya. Contoh lagu : Lihat Kebunku memiliki awal nada sol…sol…mi…sol…do dan seterusnya pasti dia juga mempunyai persamaan dengan lagu lain tetapi jika kita tidak sadari tentu tidak akan terasa. Latihan memplesetkan juga salah-satunya. Karena otak anda akan di buat terbiasa secara mendadak untuk membunyikan nada tersebut. Hal ini banyak dilakukan oleh pemain-pemain jazz.

Latihan teknis yang berhubungan dengan Interval

Posted in Basic Theory on June 6th, 2009 by krishnabala – Comments Off Tags:

Setelah kita melatih pendengaran menggunakan latihan-latihan Interval, kita bisa juga mengkombinasi latihan Interval yang di tujukan untuk mengembangkan teknis dalam kita bermain. Misalnya kita bisa melatih tangga nada C dengan Interval yang mudah kita ingat dan kita nyanyikan. Gunakan metronom untuk menjaga kestabilan tempo kita. Contoh-contoh yang mudah dilakukan : tangan kiri kita memegang chord C Maj atau C Maj7 dan tangan kanan kita memainkan 1-3, 2-4, 3-5, 4-6,5-7, 6-’1,7-’2, ‘1 atau do-mi, re-fa, mi-sol, fa-la, sol-si,la-’do, si-’re, do. Jika anda ingin menggerakan tangan kiri anda pun juga bisa. Contohnya tangan kiri mengikuti kanannya, berarti isi chord tersebut adalah ; C M, Dm, Em, F M, G M, Am, Bdim, C lebih tinggi satu Oktav. Jika anda hanya menginginkan bass line dan nada ke 5 pun juga bisa. Kalau di piano tangan kiri turun 1 Oktav kemudian anda memainkan urutan seperti chord tadi tanpa nada ke 3 nya. Anda harus melatihnya di semua kunci karena ini juga melatih fingering anda dan jangan lupa menggunakan metronom dengan tempo awalnya sekitar 90 atau lebih rendah tergantung kesabaran anda.

Melatih Interval menggunakan broken chord

Posted in Basic Theory on June 3rd, 2009 by krishnabala – Comments Off Tags:

Begitu banyaknya cara untuk kita memperkuat pendengaran kita dan begitu banyak pula kreativitas untuk kita mencobanya. Salah satunya lagi kita bisa memulai untuk menyanyikan nada-nada dari pecahan-pecahan chord yang ingin kita latih. Contoh misalnya nada-nada pada chord C Maj 7 adalah C + E + G + B. Maka kita bisa memainkannya di kunci manapun, anggap saja do=c, berarti nada-nada yang kita nyayikan adalah do >> mi >> sol >> si. do adalah 1, mi adalah 3, sol adalah 5, si adalah 7. Begitu seterusnya misalnya anda ingin mencoba Cmin 7, terus hingga nada-nada yang anda tidak terbiasa. Misalnya anda mencoba C7 +9, berarti pecahannya adalah C + E + G + Bb + ‘D#. Bagi pemain piano bisa juga melatih sesuai dengan yang kita tekan, awalnya tentu pada posisi dasar terlebih dahulu. Jadi kita tekan Chordnya kemudian sambil kita dengar coba anda mencari do nya dan nyayikan pecahannya. Lebih baik yang sesuai dengan tinngi suara anda terlebih dahulu, misalnya C midle yang posisinya ada di tengah piano persis. Selamat mencoba.

Membiasakan untuk melatih Interval

Posted in Basic Theory on June 3rd, 2009 by krishnabala – Comments Off Tags:

Karena Interval adalah sangat penting bagi seorang pemusik maka seharusnya lah kita membiasakan setiap saat sesuka kita unuk melatihnya. Misalnya anda bisa melatih lagu-lagu yang sudah anda hafal luar kepala, tentunya dari yang mudah-mudah terlebih dahulu. Anda coba untuk memnyanyikan melodinya dengan Solfegio (do, re, mi dst.), setelah itu anda juga bisa menyanyikan bass linenya atau pergerakkan not-not pada bas lagu tersebut.Nantinya anda akan bisa mendeteksi chord-chord pada sebuah lagu tanpa anda harus memegang alat tersebut. Cocok sekali untuk seorang arranger jika dia membayangkan sebuah aransemen baru,juga seorang player yang dituntut unuk memainkan banyak lagu dalam waktu yang sangat singkat.